Kamis, 08 November 2012

Jalangkote “Boy” dan Perempuan “Berpayung”


Dikala senja yang diiringi oleh suara hujan. Basah, dekil, dan teriakan suara memelas, memandang kearah perempuan “berpayung”. Perempuan yang sejak tadi berjalan sendiri sambil  tertunduk memikirkan tentang metode penghematan pengeluaran yang harus dilakukannya.

Mata sendu jalangkote “boy” menghamburkan fikirannya tentang metode penghematan pengeluaran. Perempuan “berpayung “ memanggilnya, yang mengartikan bahwa metode penghematan pengeluarannya hancur berkeping-keping, yang tidak dapat dipertahankan.

Perempuan “berpayung” menghabiskan semua yang berada didalam keranjang jalangkote “boy”. Keranjang  yang sejak pulang sekolah hingga senja dibawanya kemana-mana. Beberapa saat setelah parempuan “berpayung” berbicara dengannya, Sejak itu jalangkote “ boy” mengubah mimik wajahnya, seperti mahasiswa yang mendapatkan nilai A, bebas tanpa beban.

Jalangkote “boy” dan Perempuan “berpayung” saling mengucapkan terima kasih.

Sekantong kau berbagi, sekarung balasan-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar