Dikala senja
yang diiringi oleh suara hujan. Basah, dekil, dan teriakan suara memelas,
memandang kearah perempuan “berpayung”. Perempuan yang sejak tadi berjalan
sendiri sambil tertunduk memikirkan
tentang metode penghematan pengeluaran yang harus dilakukannya.
Mata sendu
jalangkote “boy” menghamburkan fikirannya tentang metode penghematan
pengeluaran. Perempuan “berpayung “ memanggilnya, yang mengartikan bahwa metode
penghematan pengeluarannya hancur berkeping-keping, yang tidak dapat
dipertahankan.
Perempuan
“berpayung” menghabiskan semua yang berada didalam keranjang jalangkote “boy”.
Keranjang yang sejak pulang sekolah
hingga senja dibawanya kemana-mana. Beberapa saat setelah parempuan “berpayung”
berbicara dengannya, Sejak itu jalangkote “ boy” mengubah mimik wajahnya,
seperti mahasiswa yang mendapatkan nilai A, bebas tanpa beban.
Jalangkote “boy” dan Perempuan
“berpayung” saling mengucapkan terima kasih.
Sekantong kau berbagi, sekarung
balasan-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar