Selesai shalat
magrib kami lanjut menemani emi berbelanja cakar di senggol. setelah itu makan
pisang dan ubi goreng serta minum sarabba (minuman jahe yang dicampur dengan
gula merah). Namun aku tidak meminum itu karena kelaparan nasi dan perutku
sakit telat makan. Aku terus melihat dia
dan nadli membisikkan sesuatu (“gagah sekali toh?”) iyah jawabku. setelah itu
kami lanjut makan nasi padang . dan berakhir di rumah dia. Aku dan dia lebih
dulu sampai ke rumahnya selain emi nadli dan rafi. Saat aku duduk didepan
rumahnya, orangtuanya baru saja tiba dari luar. Mamanya mengajakku berbicara
dan mempersilahkan masuk. Awalnya kaget, bingung harus bilang apa, tapi harus control diri dan bersikap seperti biasa,
alhasil aku dapat melakukannya. Malam itu pertemuan dan pembicaraan pertama tak
terlupakan. Alhamdulillah tgl 29 pukul 17.49 wita aku mendengarkan tanggapan
yang positif dari dia. Semua kehendak-Nya.
#27 Januari 2013 pukul 17.00 wita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar